SUKABUMI, INFO SUKABUMI UPDATE — Bupati Sukabumi, Asep Japar, meresmikan secara resmi Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Kompleks Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Kecamatan Cikembar, pada Senin, 1 Juni 2026. Dalam sambutannya, Bupati menitipkan pesan penting agar gedung baru tersebut dirawat dan dijaga sebaik mungkin demi kemaslahatan umat dalam jangka panjang.
Gedung pelayanan keagamaan yang representatif ini dibangun menggunakan alokasi anggaran APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai proyek mencapai Rp 2,85 miliar (Rp 2.853.300.000). Proyek pembangunan ini sempat menarik perhatian publik akibat kendala pembayaran subkontraktor yang memicu aksi penyegelan sementara. Namun, semua kendala tersebut berhasil dituntaskan hingga gedung akhirnya siap digunakan secara resmi.
Pusat Syiar Islam, Fatwa, dan Sinergi Ulama-Umaro
Acara peresmian tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Suryaman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, tokoh-tokoh agama, serta seluruh pengurus daerah MUI Kabupaten Sukabumi.
Dalam pidatonya, Asep Japar menegaskan pentingnya peran strategis MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim sekaligus mitra utama jajaran pemerintah daerah dalam membimbing umat ke arah kemajuan sosial dan spiritual.
“Kehadiran Gedung MUI baru ini bukan sekadar kemegahan fisik bangunan belaka. Gedung ini harus dihidupkan sebagai pusat syiar Islam, ruang kajian ilmiah keagamaan, perumusan fatwa-fatwa penting yang solutif, serta menjadi motor penggerak persatuan umat di Sukabumi,” tegas Bupati Asep Japar.
Komitmen Pemkab Sukabumi Mewujudkan Visi Mubarakah
Lebih lanjut, Bupati menyatakan komitmen kuat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi untuk terus mendukung penuh implementasi program kerja keagamaan MUI, memperkokoh kerukunan antarumat beragama, dan membangun kehidupan sosial masyarakat yang religius dan sejahtera.
“Sinergi yang harmonis antara ulama dan umaro merupakan pilar utama untuk mewujudkan visi pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, serta penuh keberkahan atau Mubarakah,” lanjutnya.
Bupati juga mengetuk kepedulian seluruh pengurus dan elemen masyarakat muslim untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam memelihara sarana prasarana gedung tersebut.
Momentum Hari Lahir Pancasila Jadi Pendorong Persatuan
Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH Fattahilah Nadziri, turut menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan fasilitas dakwah ini. Menurutnya, berdirinya gedung ini adalah buah dari ikhtiar panjang serta doa dari seluruh ulama dan masyarakat Sukabumi.
“Alhamdulillah, perjalanan panjang ini akhirnya bermuara pada peresmian hari ini. Kami sangat bahagia. Menariknya, momen peresmian ini jatuh tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Semoga ini menjadi tanda keberkahan serta momentum penguat persatuan dalam bingkai NKRI untuk bersama-sama membangun kemakmuran umat,” tutur KH Fattahilah.
Seusai pemotongan pita secara simbolis, Bupati Sukabumi beserta jajaran Forkopimda langsung melakukan peninjauan keliling (room tour) ke sejumlah ruangan kerja di dalam gedung baru guna memastikan seluruh sarana penunjang administrasi dan layanan keagamaan bagi masyarakat telah siap beroperasi secara maksimal.
