Home

Israel menahan warga Palestina dalam serangan baru di Tepi Barat

INFOSUKABUMIUPDATE.com – Israel menahan warga Palestina dalam serangan baru di Tepi Barat. Setidaknya empat warga Palestina telah ditahan dan 17 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pesawat tak berawak yang dilancarkan oleh Israel di kamp pengungsi Nur Shams di Tulkarem.

Pasukan Israel melakukan penggerebekan sepanjang malam di kota-kota Tepi Barat yang diduduki, menangkap empat warga Palestina dan melukai 17 lainnya setelah menembakkan drone, demikian disampaikan oleh Nida Ibrahim dari Al Jazeera.

Dua serangan drone semalam di kamp pengungsi Nur Shams di Tulkarem menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka, seperti yang dilaporkan oleh Ibrahim dari Ramallah, yang mengutip sumber medis.

Selama penggerebekan, pasukan Israel juga memblokir pintu masuk ke dua rumah sakit di daerah tersebut, sehingga banyak korban luka tidak dapat menerima perawatan medis.

Pertemuan ini merupakan serangan keempat oleh pasukan Israel dalam waktu kurang dari seminggu, menurut Ibrahim, dalam upaya mengejar sekelompok kecil pria bersenjata yang sering terlibat bentrok dengan pasukan Israel selama serangkaian serangan tersebut.

Di Tulkarem, kendaraan militer Israel menembakkan proyektil tajam dan suar ke arah kamp pengungsi, sementara penembak jitu ditempatkan di atas bangunan setempat, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Palestina, Wafa.

Pasukan Israel juga melancarkan serangan di beberapa kota Palestina lainnya semalam, termasuk di dekat Jericho, Hebron, dan Yerusalem Timur yang diduduki, dalam operasi yang berulang hampir setiap malam.

Pada hari Jumat, Israel menangkap setidaknya 14 warga Palestina dari kota-kota Tepi Barat.

Selama serangan tersebut, pasukan Israel berhasil menahan empat warga Palestina, menurut Ibrahim, menambah jumlah lebih dari 4.800 orang yang telah ditahan sejak perang di Gaza meletus pada 7 Oktober.

Praktik penahanan administratif tanpa tuduhan oleh Israel terhadap warga Palestina yang sering terjadi menyulut keprihatinan dari kelompok hak asasi manusia, yang menyebutnya sebagai alat untuk “menganiaya warga Palestina”.

Ibrahim menyatakan bahwa warga Palestina melihat penggerebekan ini sebagai pengingat akan “siapa yang lebih unggul dan memegang kendali” atas hidup mereka.

Sejak 7 Oktober, serangan militer Israel dan tindakan kekerasan oleh pemukim telah menyebabkan kematian lebih dari 300 warga Palestina, termasuk 79 anak-anak. PBB baru-baru ini mendesak untuk mengakhiri “pembunuhan di luar hukum”. Lebih dari 500 orang tewas di wilayah pendudukan pada tahun ini, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina, menjadikannya “tahun paling mematikan dalam sejarah” bagi warga Palestina.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button